Resensi ialah ulasan,
penilaian atau pembicaraan baik buku non fiksi maupun fiksi atau suatu karya
sastra berupa cerpen, novel, drama, puisi.
Tujuan Resensi itu sendiri memberikan informasi atau pemahaman yang mendalam tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.
Unsur Unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur,
yaitu:
1. Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita
karya sastra yang berasal dari dalam.
2. Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang
membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur
intrinsik).
Beberapa Hal yang ada di
Resensi:
1. Judul Resensi
2. Data/Identitas Karya
Sastra
3. Isi Resensi
4. Kekurangan &
Kelebihan
5. Penutup
Contoh Resensi Buku
Judul
: Ayat-Ayat cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa)
Penulis
: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit
: Penerbit Republika dan Pesantren Basmalah Indonesia
Cetakan
: XLI, Maret 2008 (Edisi Revisi)
Tempat
terbit : Jakarta
Terbit : Desember 2004
Jumlah
hal. : 420 + kover
Fahri bin Abdullah Shiddiq seorang pelajar asal Indonesia yang berusaha
menggapai gelar masternya di Universitas Al Ahzar Cairo. Dia tinggal di sebuah flat sederhana
bersama keempat orang temannya yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Mishbah yang juga
berasal dari Indonesia. Fahri sangat disiplin terhadap peta hidupnya. Dengan kesederhanaan hidupnya ia bertahan
hidup dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Namun, Fahri nampaknya tidak bisa lepas
dari kisah percintaan yang dia alami di Mesir.Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat
mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.
Hari-hari Fahri di
Mesir dihabiskan untuk kuliah dan talaqqi (belajar secara langsung pada syaikh
atau ulama). Pribadinya yang rajin dan santun membawanya dicintai oleh empat
perempuan sekaligus. Maria, tetangga
flatnya, seorang seorang gadis Kristen koptik yang taat. Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu
di Al Azhar. Noura seorang gadis
Mesir yang kerap dianiaya oleh keluarganya sendiri. Dan aisha, seorang gadis
bercadar blasteran Turki-Jerman.
Cinta pada ketiga gadis
tersebut membawa fahri pada jalinan masalah. Menikah dengan Aisha, tak membuat
Fahri lepas dari incaran Noura. Noura pula yang kemudian membuat Fahri terseret
ke balik terali besi.
Ayat Ayat Cinta juga
bukan sekedar cinta Fahri, Aisha, Maria, Nurul, dan Naora. Tetapi juga berkisah
tentang ayat-ayat cinta Allah pada makhluk-Nya yang tertuang dalam Al-Quran.
Kelebihannya Novel ini
mengajarkan Islami yang sangat elok sekali dan bisa menjadi motivasi bagi orang
yang membacanya. Ayat-ayat cinta juga mengajarkan kita lebih cerdas salam
memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga percintaan.
Kekurangannya Tokoh utama
Fahri,yang hanya seorang laki-laki biasa dan anak seorang petani dicintai oleh
empat orang wanita sekaligus. Dalam kehidupan nyata hal ini mustahil terjadi.
Kesannya Fahri digambarkan sebagai laki-laki yang sempurna.