Jumat, 04 Oktober 2013

RESENSI



Resensi ialah ulasan, penilaian atau pembicaraan baik buku non fiksi maupun fiksi atau suatu karya sastra berupa cerpen, novel, drama, puisi.

Tujuan Resensi itu sendiri memberikan informasi atau pemahaman yang mendalam tentang apa yang tampak dan terungkap dalam suatu karya.

Unsur Unsur Resensi
Didalam sebuah resensi karya sastra terdapat dua macam unsur, yaitu:
1. Unsur Intrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari dalam.
2. Unsur Ekstrinsik yaitu unsur yang membangun cerita karya sastra yang berasal dari luar (kebalikan dari unsur intrinsik).

Beberapa Hal yang ada di Resensi:
1. Judul Resensi
2. Data/Identitas Karya Sastra
3. Isi Resensi
4. Kekurangan & Kelebihan
5. Penutup

Contoh Resensi Buku
Judul               : Ayat-Ayat cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa)
Penulis             : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit           : Penerbit Republika dan Pesantren Basmalah Indonesia
Cetakan           : XLI, Maret 2008 (Edisi Revisi)
Tempat terbit   : Jakarta
Terbit           : Desember 2004
Jumlah hal.      : 420 + kover

Fahri bin Abdullah Shiddiq seorang pelajar asal Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Universitas Al Ahzar Cairo. Dia tinggal di sebuah flat sederhana bersama keempat orang temannya yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Mishbah yang juga berasal dari Indonesia. Fahri sangat disiplin terhadap peta hidupnya. Dengan kesederhanaan hidupnya ia bertahan hidup dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Namun, Fahri nampaknya tidak bisa lepas dari kisah percintaan yang dia alami di Mesir.Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.

Hari-hari Fahri di Mesir dihabiskan untuk kuliah dan talaqqi (belajar secara langsung pada syaikh atau ulama). Pribadinya yang rajin dan santun membawanya dicintai oleh empat perempuan sekaligus. Maria,  tetangga flatnya, seorang seorang gadis Kristen koptik yang taat. Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Noura seorang gadis Mesir yang kerap dianiaya oleh keluarganya sendiri. Dan aisha, seorang gadis bercadar blasteran Turki-Jerman.

Cinta pada ketiga gadis tersebut membawa fahri pada jalinan masalah. Menikah dengan Aisha, tak membuat Fahri lepas dari incaran Noura. Noura pula yang kemudian membuat Fahri terseret ke balik terali besi.

Ayat Ayat Cinta juga bukan sekedar cinta Fahri, Aisha, Maria, Nurul, dan Naora. Tetapi juga berkisah tentang ayat-ayat cinta Allah pada makhluk-Nya yang tertuang dalam Al-Quran.

Kelebihannya Novel ini mengajarkan Islami yang sangat elok sekali dan bisa menjadi motivasi bagi orang yang membacanya. Ayat-ayat cinta juga mengajarkan kita lebih cerdas salam memahami cakrawala keislaman, kehidupan dan juga percintaan.

Kekurangannya Tokoh utama Fahri,yang hanya seorang laki-laki biasa dan anak seorang petani dicintai oleh empat orang wanita sekaligus. Dalam kehidupan nyata hal ini mustahil terjadi. Kesannya Fahri digambarkan sebagai laki-laki yang sempurna.
                                                                      
http://www.geschool.net/karunia/blog/post/resensi-novel-ayatayat-cinta

PENALARAN DEDUKTIF



PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah proses berfikir untuk menghubungkan satu data atau fakta lainnya sehingga menghasilkan satu simpulan yang logis.

Penalaran deduktif adalah suatu proses penalaran yang menyampaikan hal-hal umum yang kebenarannya telah diketahui dan diyakini. Dan berakhir pada suatu kesimpulan yang bersifat lebih khusus.

Ada dua cara dalam penarikan simpulan dalam penarikan deduktif. Yaitu
1. Menarik Simpulan Secara Langsung
Penarikan Simpulan langsung diperoleh dari satu premis untuk menghasilkan pernyataan-pernyataan baru.
Contoh :
Semua S adalah P (Premis)
Sebagian P adalah S (Simpulan)
Semua manusia mempunyai rambut (premis)
Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia (simpulan)

2. Menarik Simpulan Secara Tidak Langsung
Penarikan simpulan tidak langsung memerlukan 2 premis. Premis yang pertama bersifat umum, sedangkan yang kesua bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi dengan penarikan tidak langsung, yaitu:
·         Silogisme : Suatu prose penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga.
Contoh: Semua manusia akan mati
               Rizka adalah manusia
               Jadi, Rizka akan mati. (simpulan)
·         Entimen : Penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh: Semua Ilmuwan adalah orang cerdas
              Jono adalah seorang Ilmuwan
              Jadi, Jono adalah orang cerdas
·         Salah Nalar : Gagasan, perkiraan, atau simpulan yang keliri atau sesat . Pada salah nalar kita tidak mengikuti tata cara pemikiran dengan tepat.
Contoh : Orang Indonesia malas teapii ramah.

·         Deduksi Salah: Simpulan yang salah dalam silogisme yang berpremis salah satu yang berpremis yang tidak memenuhi syarat.
Contoh: Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.