PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran adalah proses berfikir untuk menghubungkan satu data atau fakta lainnya sehingga menghasilkan satu simpulan yang logis.
Penalaran adalah proses berfikir untuk menghubungkan satu data atau fakta lainnya sehingga menghasilkan satu simpulan yang logis.
Penalaran deduktif
adalah suatu proses penalaran yang menyampaikan hal-hal umum yang kebenarannya
telah diketahui dan diyakini. Dan berakhir pada suatu kesimpulan yang bersifat lebih khusus.
Ada dua cara dalam penarikan simpulan dalam penarikan deduktif. Yaitu
1. Menarik Simpulan Secara Langsung
Penarikan Simpulan langsung diperoleh dari satu premis untuk
menghasilkan pernyataan-pernyataan baru.
Contoh :
Semua S adalah P (Premis)
Sebagian P adalah S (Simpulan)
Semua manusia mempunyai rambut (premis)
Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia (simpulan)
2. Menarik Simpulan Secara Tidak Langsung
Penarikan simpulan tidak langsung memerlukan 2 premis. Premis
yang pertama bersifat umum, sedangkan yang kesua bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi dengan penarikan tidak langsung, yaitu:
·
Silogisme : Suatu prose
penalaran yang menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk
menurunkan sebuah kesimpulan yang merupakan proposisi ketiga.
Contoh: Semua manusia akan mati
Rizka adalah manusia
Jadi, Rizka akan mati. (simpulan)
·
Entimen : Penalaran
deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya
dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh: Semua Ilmuwan adalah orang cerdas
Jono adalah seorang Ilmuwan
Jadi, Jono adalah orang cerdas
·
Salah Nalar : Gagasan,
perkiraan, atau simpulan yang keliri atau sesat . Pada salah nalar kita tidak
mengikuti tata cara pemikiran dengan tepat.
Contoh : Orang Indonesia malas teapii
ramah.
·
Deduksi Salah: Simpulan
yang salah dalam silogisme yang berpremis salah satu yang berpremis yang tidak
memenuhi syarat.
Contoh: Semua gelas akan pecah bila dipukul
dengan batu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar